Nama saya siti fatimah
azzahra, saya di panggil ara. Saya lahir di Jakarta, sedangkan orangtua saya
berasal dari Bugis dan Palopo. Di sini saya akan menceritatak kebudayaan dari
suku Bugis.
KEBUDAYAAN
MASYARAKAT BUGIS
Bugis merupakan salah satu suku yang berada di Indonesia, khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan. Suku Bugis ialah suka yang sangat menjunjung tinggis harga diri dan martabat. Bila seorang anggota keluarga melakukan tindakan yang membuat malu keluarga, maka ia akan diusir dan di bunuh. Namun adat ini sudah luntur di makan oleh zaman. Tidak ada lagikeluarga yang tega membunuh anggota keluarganya hanya karena tidak ingin menanggung malu dan tentunya melanggar hukum.
Bugis merupakan salah satu suku yang berada di Indonesia, khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan. Suku Bugis ialah suka yang sangat menjunjung tinggis harga diri dan martabat. Bila seorang anggota keluarga melakukan tindakan yang membuat malu keluarga, maka ia akan diusir dan di bunuh. Namun adat ini sudah luntur di makan oleh zaman. Tidak ada lagikeluarga yang tega membunuh anggota keluarganya hanya karena tidak ingin menanggung malu dan tentunya melanggar hukum.
A. Bahasa
Etnik Bugis mempunyai bahasa tersendiri dikenali sebagai Bahasa Bugis (Ugi). Huruf yang dipakai adalah aksara lontara, sebuah sistem huruf yang berasal dari Sanskerta.
Etnik Bugis mempunyai bahasa tersendiri dikenali sebagai Bahasa Bugis (Ugi). Huruf yang dipakai adalah aksara lontara, sebuah sistem huruf yang berasal dari Sanskerta.
B. Kesenian
Suku bugis tidak hanya dikenal sebagai bangsa
yang keras , tetapi juga kaya akan kesenian. Hasil-hasil kebudayaan masyarakat
dalam bentuk kesenian dapat dilihat dari beberapa hal ini:
1. Rumah Adat
Rumah tradisional atau rumah adat yang berasal dari suku Bugis
berbentuk rumah panggung. Bentuknya biasanya memanjang ke belakang, dengan
tambahan disamping bangunan utama dan bagian depan, dimana orang bugis
menyebutnya lego – lego.
Yang lebih menarik dari rumah
bugis ini adalah rumah ini dapat berdiri tanpa perlu satu paku pun. Semuanya
murni menggunakan kayu. Dan uniknya lagi rumah ini dapat di angkat /
dipindahkan.
2. Pakaian tradisional
Pakaian
adat sulawesi selatan (bugis, makassar, mandar)
disebut juga baju bodo. Bodo sendiri artinya baju yang berlengan pendek dan
menggelembun karena pada bagian punggungnya menggelembung. Baju bodo terdiri dari
blus sebagai pakaian bagian atas dan sarung sebagai pakaian bagian bawahnya.
3. Alat Music
Kacapi
Salah satu alat music petik
tradisional Sulawesi Selatan khususnya suku Bugis, adalah kecapi. Menurut
sejarahnya kecapi ditemukan atau diciptakan oleh seorang pelaut, sehingga
bentuknya menyerupai perahu yang memiliki dua dawai, diambil karena penemuannya
dari tali layar perahu. Biasanya ditampilkan pada acara penjemputan para tamu,
perkawinan, hajatan, dan hiburan pada hari ulang tahun dan alat diletakkan
tegak di depan pemainnya.
Gendang
Gendang merupakan alat musik yang
mempunyai dua bentuk dasar yakni bulat panjang dan bundar
seperti rebana.
Suling
Suling bambu/buluh, terdiri dari tiga
jenis, yaitu:
• Suling
panjang (suling lampe), memiliki 5 lubang nada. Suling jenis ini telah punah.
• Suling
calabai (Suling ponco),sering dipadukan dengan piola (biola) kecapi dan
dimainkan bersama penyanyi
• Suling
dupa samping (musik bambu), musik bambu masih terplihara di daerah Kecamatan
Lembang. Biasanya digunakan pada acara karnaval (baris-berbaris) atau acara
penjemputan tamu.
4. Seni
Tari
Masyarakat sulawesi selatan juga kaya akan
tari-tarian seperti:
· Tari
Paduppa Bosara; tarian yang mengambarkan bahwa orang Bugis jika kedatangan tamu
senantiasa menghidangkan bosara, sebagai tanda kesyukuran dan kehormatan.
· Tari
Pattennung; tarian adat yang menggambarkan perempuan-perempuan yang sedang
menenun benang menjadi kain. Melambangkan kesabaran dan ketekunan
perempuan-perempuan Bugis.
· Jenis
tarian yang lain adalah tari Pangayo, tari Passassa’, tari Pa’galung, dan tari
Pabbatte.
5. Lagu Daerah
Lagu
yang berasal dari etnis Bugis adalah lagu Indo Logo, serta lagu Bulu Alaina
Tempe.
C. Mata
Pencaharian
Banyak masyarakat Bugis yang
hidup sebagai petani. Selain sebagai petani, Suku Bugis juga di kenal sebagai
masyarakat nelayan dan pedagang. Meskipun mereka mempunyai tanah yang subur dan
cocok untuk bercocok tanam, namun sebagian besar masyarakat mereka adalah
pelaut. Mereka mencari kehidupan dan mempertahankan hidup dari laut. Tidak
sedikit masyarakat Bugis yang merantau sampai ke seluruh negeri dengan
menggunakan perahu pinisi-nya
D.
Tradisi Adat Istiadat Jeneponto Barazanji
Barazanji di
dalam kehidupan masyarakat sulawesi selatan adalah sebuah seni/nyanyian untuk
memuja rasul bila di adakan kedurian sulawesi selatan misalnya aqiqah,
perkawinan, khitan, maulid, acara kematian dan acara-acara yang di anggap
sakral.





ok sudah dicek
BalasHapus